Fajar Zaki Al Faris

catatan-catatan kecil dalam perjalanan kehidupan
Recent Tweets @zachque
  • Bengal : Lim, bukannya setan itu dibelenggu di neraka saat bulan puasa ya? tapi kok masih banyak orang yang berbuat maksiat di bulan puasa itu?
  • Alim : gini, Beng. Misalnya kamu mengikuti kursus latihan menyetir mobil selama setahun. Dalam 11 bulan kamu mengikuti kursus, ketika kamu menyetir, gurumu selalu duduk di sebelahmu memberi arahan. Ketika mau belok kiri, kamu disuruhnya menyalakan lampu sen kiri terlebih dahulu. Ketika mau belok kanan, kamu disuruhnya menyalakan lampu sen kanan terlebih dahulu. Ketika mau menyalip kendaraan yang berada di depan, kamu disuruh memberi aba-aba kepada yang mau disalip, kalo siang pake klakson, kalo malam pake lampu, kamu juga disuruhnya menyalakan lampu segitiga saat mobil di belakangmu tidak diperkenankan ikut menyalip karena ruang salip yang sedikit. Ketika menemui lampu merah, kamu disuruhnya berhenti, dll. Kejadian ini berulang begitu terus setiap hari selama 11 bulan. Nah, pada bulan ke-12 si guru menyetirmu itu tiba-tiba ada halangan sehingga dia tidak bisa mendampingimu latihan menyetir selama 1 bulan. Pertanyaannya, apakah kamu masih bisa menyetir? tentu saja dengan bekal yang sudah diperoleh selama 11 bulan?
  • Bengal : Hmm,, ya tentu masih bisa lah, kan gw masih ingat apa yang diajarkan ama guru menyetir gw, kalo ketemu lampu merah bla bla.., kalo mau belok, bla bla... gampang itu mah...
  • Alim : Tepat sekali. Bahkan kamu mungkin lebih lihai dalam menyetir tanpa guru disampingmu,
  • Bengal : Ya ya, dan lagi mungkin tanpa diingat pun sudah jadi refleks, ketika mau nyalip tiba-tiba aja dengan sendirinya tangan mencet klakson..
  • Alim : Yap, 100 buat kamu Beng. Begitulah analogi manusia dalam Bulan Ramadhan. Dalam bulan suci ini, Allah menyandera guru keburukan kita. Tentu saja seperti katamu Beng, ketika gurunya tidak ada bukan berarti muridnya tidak bisa melakukan apa yang sudah gurunya ajarkan. Malah mungkin lebih lihai, bahkan juga sudah menjadi refleks. Penyanderaan ini Allah lakukan supaya manusia bisa berkesempatan melakukan hal baik, mengganti suatu kebiasan buruk dengan suatu kebiasaan baik, mumpung guru keburukannya sedang tidak ada, mumpung tidak ada lagi yang mempengaruhi kita untuk berbuat keburukan, diharapkan dalam Bulan Ramadhan terciptalah suatu kebiasaan baik, yang dapat menjadi kebiasaan kita, bisa menjadi refleks tubuh kita, kebiasaan yang tidak bisa lagi tergantikan oleh kebiasaan buruk. Marhaban Yaa Ramadhan...
  • Bengal : Marhaban Yaa Ramadhan...
  1. zaki-alfaris posted this