Fajar Zaki Al Faris

catatan-catatan kecil dalam perjalanan kehidupan
Recent Tweets @zachque

Menolong orang lain membawa kebahagiaan terbesar

Jika kita ingin tinggal di dalam lingkungan yang positif, setiap kita harus menjadi pribadi yang positif.

Kalau saya lihat, kebanyakan social media yang ada sekarang menggunakan mekanisme follow-unfollow, hanya facebook yang menggunakan mekanisme yang disebut dengan “friend”.

Seperti yang sudah Allah SWT firmankan bahwa sesuatu yang tercipta di dunia ini berpasang-pasangan, dari sinilah muncul yang saya sebut sebagai hukum keharmonisan alam semesta. Ada siang, ada malam. Ada pria, ada wanita, dst…

Pada awalnya, saya menyimpulkan bahwa hukum keharmonisan alam semesta ini tidak berlaku dalam ranah social media, sekali friend tetap selamanya friend, sekali mem-follow, tetap selamanya mem-follow, sekali di-follow, tetap selamanya di-follow.

Namun, ternyata belakangan saya membuktikan bahwa hukum keharmonisan alam semesta ini berlaku dimana saja,

Buktinya, ada yang sudah “friend” di facebook, sekarang jadi “unfriend”. ada yang dulunya saling mem-follow, sekarang saling “meng-unfollow”.

Saya melihat tumblr itu aneh, keanehan ini terlihat dengan munculnya fitur “Let people reply this post” yang bisa kita pilih mau dicentang atau tidak ketika kita akan memposting sesuatu yang bertanda tanya “?”

Namun, ketika terdapat seseorang me-reply postingan kita, tumblr tidak memberikan fitur untuk meresponnya.

Aneh kan?

Tumblr seperti tidak mengikuti hukum keseimbangan (keharmonisan) alam semesta.

Apa justifikasi kita ketika melihat seseorang yang tidak bisa mengerjakan sebuah “soal”?

Bodoh?

Coba cermati lagi apa yang menjadikan seseorang itu tidak mampu menyelesaikan “soal” tersebut.

Boleh jadi dia tidak pernah belajar mengenai materi yang berkaitan dengan “soal” tersebut

Boleh jadi dia kurang berlatih mengenai kemungkinan variasi dari “soal-soal” macam itu

Dan boleh jadi yang lainnya,

Boleh jadi pula memang dia tidak mau belajar,

Pun boleh jadi dia memang “bodoh”

Hari ini, saya menemukan sebuah “soal”. Jika saya menemukan soal semacam ini 4-5 tahun yang lalu, saya yakin dapat menemukan jawabannya hanya dalam waktu kedipan mata, tapi faktanya hari ini?

8 jam….

Dan, itupun belum berhasil menemukan bagaimana pemecahannya apalagi menemukan jawabannya.

Hmmm..

Lantas, kesimpulannya bagaimana saya sekarang? Menjadi bodoh kah?

wallahu’alam

tina-yuliani replied to your post: seaweed snacks from “The Billionaire” movie
enak ga zak rasanya?

belum dicobain semuanya, tin. baru yang merk “Big bang” yang bungkusnya lebar, yang bukan produksinya si Top Ittipat. Rasanya seperti makan papan tripleks ber-rasa.